Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Cerita cinta Sejati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita cinta Sejati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Maret 2017

Walau Aku Telah Memilihmu, Namun Takdir Berkata Kau Milik Dia

Walau Aku Telah Memilihmu, Namun Takdir Berkata Kau Milik Dia



Didalam kisah percintaan sepasang anak manusia, pastilah kita semua ingin sekali menemukan pasangan hidup yang cocok dengan kita yang kelak akan menjadi pedamping hidup kita untuk selamanya. Namun pencarian akan cinta sejati bukanlah hal yang mudah. Mencari cinta sejati tidak lah semudah seperti membalikan telapak tangan. Ya cinta itu tidak bisa dipaksakan, cinta itu datang di waktu yg tepat dengan cara yang ajaib. Kita sendiri yg akan tahu kapan kita jatuh cinta dan kapan tidak. Meskipun pada hakikatnya manusia itu diciptakan berpasang-pasangan , tapi bukan berarti kita harus berdiam diri menanti jodoh datang sendiri apalagi untuk seorang pria. Ia harus berusaha mencari wanita yg kelak akan menjadi jodohnya. Nah dalam pencarian tersebut, terseliplah cerita-cerita cinta yang pastinya akan berbeda-beda dari individu satu ke individu yg lainnya. Ada yg memiliki kisah cinta yg happy ending namun ada juga yang memiliki kisah cinta yg berakhir tragis. Ya seperi yg selalu di ceritakan dalam film-film yg bertemakan cinta. Alangkah indahnya hidup ini ketika kita telah menemukan cinta sejati.
Tentunya apabila kita melihat film-film cinta yg berakhir happy ending, kita pasti akan menginginkan hal tersebut terjadi pula pada diri kita sendiri di kehidupan nyata. Tapi sebaliknya apabila kita melihat film-film cinta yang berakhir tragis tentunya kita berharap hal tersebut jangan sampai terjadi pada diri kita. Salah satu contoh film cinta yang berakhir dengan tragis adalah film fenomenal Romeo and Juliet . Romeo dan Juliet adalah Pasangan yg menjadi idola dan di eluh-eluhkan oleh semua orang. Seperti yang digambarkan pada film tersebut, mereka adalah pasangan yg sempurna, seakan-akan mereka telah diciptakan tuhan khusus untuk bisa bersama. Baik Remeo maupun juliet telah memilih agar mereka bisa bersatu dan hidup bahagia berdua untuk selamanya namun takdir berkata lain.
Nah disini saya akan menceritakan sebuah kisah cinta yang diangkat dari kejadian nyata. Kisah cinta yg berakhir tragis. Sekaligus kisah cinta yg akan menjawab pertanyaan tema lomba Blogger Bicara Cinta edisi kali ini.
Ada seorang pemuda sebutlah namanya Guntur, ia jatuh cinta kepada seorang wanita cantik bernama Yanti Arpianti. Ia telah jatuh cinta pada pandangan pertama. Ya cinta itu tiba-tiba datang kepada Guntur ketika ia bertemu dengan sosok seorang yanti pada pertemuan pertamanya di sebuah kampus di kota Bandung. Guntur yakin bahwa wanita itu adalah wanita yg tepat untuknya. Dengan berbagai cara guntur berusaha untuk bisa mengenal sosok sang wanita pujaan lebih dekat. Dan dengan kegigihannya ia pun berhasil mendekati sang wanita tersebut. Namun disisi lain ternyata Sahabat Guntur sebutlah namanya Fajar juga menaruh hati pada sosok Yanti ini. Akhirnya terjadilah perang dingin antara Guntur dan Fajar untuk memperebutkan wanita idaman mereka yang kebetulan sama. Sikap Guntur yang cenderung pendiam dan pemalu membuatnya susah untuk bisa mendekati Yanti secara langsung, ia lebih banyak melakukan pendekatan lewat sms atau telepon. Berbeda dengan Fajar, Fajar memiliki sifat yang percaya diri dan pandai menaklukan hati wanita. Sehingga ia dengan mudahnya mendekati Yanti tapa risih bahwa wanita tersebut adalah wanita yang sama yang disukai pula oleh sahabatnya sendiri yaitu Guntur.
Meskipun sebenarnya Fajar tahu perasaan sahabatnya terhadap Yanti, namun ia tidak menghiraukannya. Ia terus berusaha untuk bisa menaklukan hati Yanti. Akhirnya persahabatan antara Guntur dan Fajar pun retak.
Disisi lain ternyata Yanti pun menaruh sedikit hati pada sosok Guntur, Namun dikarenakan sikap Guntur yang tidak peka dalam menafsirkan sinyal cinta dari Yanti, akhirnya lama kelamaan Yanti mulai bosan menunggu reaksi dari Guntur dan perlahan-lahan melupakan perasaannya itu. Disisi lain Fajar yang berusaha keras mendekati Yanti dengan cara terus memberikan perhatian lebih pada Yanti akhirnya berhasil memalingkan perasaan Yanti kepada Guntur. Guntur yang tidak rela melihat wanita yang ia cintai dan sempat menjadi kekasihnya kini bersama sahabatnya merasa geram. Ia pun mulai agresif, namun sikapnya yang terlalu agresif membuat Yanti (wanita yang ia cintai) merasa Ill feel padanya.
Melihat kenyataan itu Guntur tidak terima, ia menganggap perubahan sikap yang dialami Yanti itu semua gara-gara pengaruh sahabatnya sendiri yaitu Fajar. Sejak saat itulah Guntur yang tadinya seseorang yang pendiam, pemaaf dan polos menjadi sosok yang mengerikan. Ia berusaha meneror sahabatnya dengan berbagai cara. Ia tidak mau melihat wanita yang dia cintai akhirnya jatuh ke pelukan sahabatnya sendiri. Ia akan sangat geram kalau membayangkan hal tersebut terjadi. Hal tersebut tidak lepas dari rasa cinta Guntur terhadap Yanti yang begitu besar. Namun sayangnya cintanya itu akhirnya bertepuk sebelah tangan.
Guntur pun mengakui bahwa ia telah kalah dari sahabatnya Fajar. Namun ia tidak pernah sedikitpun menghilangkan perasaannya pada Yanti. Ia selalu berharap bahwa Yanti lah wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya. Meskipun hal tersebut sangatlah mustahil karena ia menganggap bahwa Yanti telah memilih Fajar sebagai pasangannya.
Ditengah kegalauan hati seorang Guntur, tiba-tiba datang sebuah kabar bahwa Yanti Arpianti, wanita yang sangat ia cintai akan segera melangsungkan pernikahan dengan seorang pengusaha. Mendengar kabar tersebut tentulah perasaan Guntur hancur, namun disisi lain ia merasa bahwa perbuatan terror kepada sahabatnya dulu adalah perbuatan yang salah kaprah. Ternyata Yanti bukanlah milik dia atau sahabatnya. Takdir telah menuliskan Yanti Arpianti adalah milik Aprijal Setiawan, seorang pengusaha properti terkemuka di Jakarta.
Begitulah kisah cinta yang dialami oleh Guntur, Kisah cinta yang pada akhirnya membawanya pada situasi serba kehilangan. Pertama ia kehilangan wanita yang ia cintai yang telah ia pillih dan harapkan menjadi pendamping hidupnya kelak. Dan kedua ia kehilangan sahabat karibnya karena persaingan cinta.


Kehilangan Cinta Sejatiku
Hooooo..cinta-cinta…Cinta bukanlah pilihan kawan. Cinta adalah Takdir. Tuhan telah mempasang-pasangkan kita semua dengan orang yang tepat. Meskipun kita memilih seseorang untuk kita miliki namun kalau takdir mengatakan dia bukan jodoh kita.!!!???
Namun percayalah suatu saat nanti kita akan dipertemukan dengan Jodoh kita pada waktu dan situasi yang tepat. Keep spirit para pejuang cinta.
Termasuk aku sendiri. heeeeeeeee

kisah nyata cerita cinta sejati mengharukan

cerita cinta sejati seorang ibu

Seorang anak masuk ke dapur malam itu ketika ibunya sedang menyiapkan makanan. Anak itu menyerahkan selembar kertas berisi tulisannya.setelah mengelap tangan ke celemek, ibunya membaca tulisan itu:
Memotong rumput Rp. 1.000
Membereskan sendiri tempat tidurku selama seminggu ini Rp. 5.000
Disuruh belanja Rp. 1.000
Menjaga adik ketika ibu pergi Rp. 2.5.00
Membuang sampah dan mencuci piring selama seminggu Rp. 5.000
Nilai rapot yang baik Rp. 50.000
Membersihkan halaman tiap pagi Rp. 5.000
Ibu itu memandang putrinya yang sedang berdiri dengan penuh harap.Ribuan kenangan berkelebetan Dibenaknya. Ia kemudian mengambil kertas itu dan membalikannya dan menuliskan  hal hal berikut ini :
Untuk Sembilan bulan mengandung dan membesarkanmu di perut ibu, gratis
Untuk malam malam ibu menjagamu, merawatmu, berdoa untukmu, gratis
Untuk waktu dan air mata dan pengorbanan ibu selama bertahun tahun, gratis
Untuk malam-malam penuh kecemasan dan kekhawatiran masa mendatang, gratis
Untuk nasihat, ilmu dan uang sekolah , gratis. 
Kalo kamu menjumlahkan semua, maka total ongkos cinta ibu adalah Gratis

Ketika anak itu selesai membaca , air mata nya mengembang. Ia memandang ibunya dan berkata , “ibu, aku sayang ibu”

Kemudian anak itu mengambil bolpoin dan dengan tulisan besar ia menuliskan LUNAS.

JADI Jika anda menjumlahkan semua TOTAL ONGKOS CINTA SEJATI ADALAH “GRATIS”


kisah cinta sejati ke dua : kekuatan cinta ibu

Seorang gadis kecil dan ibunya sedang menyebrangi jembatan yang rapuh. Ibu itu menyuruh putrinya “anakku pegang tanganku erat-erat supaya kamu tidak terjatuh ke sungai”

Anaknya menjawab, ”tidak ibu, ibulah yang harus memegang tanganku.”!!!  Pintanya

“Apa bedanya?” Tanya si ibu yang bingung

“BEDANYA SANGAT BESAR” jawab anaknya.”kalau aku yang memegang tangan ibu dan tiba tiba terjadi sesuatu padaku, aku mungkin akan melepaskan peganganku” 

Tetapi kalau ibu yang memegang tanganku, aku tahu bahwa apapun yang terjadi , ibu tidak akan pernah melepaskan tanganku.

Kebencian Yang Malah Menuntunku Kepada Cinta Sejati

Kebencian Yang Malah Menuntunku Kepada Cinta Sejati


Tumbuh besar di Amerika, Anda akan menemukan nilai-nilai kristiani yang tersembunyi dan secara turun temurun bertahan di lingkungan masyarakat. Namun agama tidaklah berpengaruh cukup besar dalam keseharian mereka. Sejak kecil, Nenek selalu mengajakku ke gereja di akhir pekan yang biasanya diisi dengan pelajaran Injil rutin dan begitu juga kemah musim panas. Seiring dengan bertambahnya usiaku, keterlibatanku di gereja pun semakin berkurang, waktuku kuhabiskan di sekolah, kegiatan olahraga, dan sebagainya. Aku selalu menonjol di bidang matematika dan sains selama masa sekolah, dan aku sangat tertarik dalam bidang tersebut.
Semasa SMA kuputuskan untuk meninggalkan agama sepenuhnya dan kemudian menjadi seorang atheis, khususnya setelah berdiskusi tentang beberapa hal dengan salah seorang guruku, yang sangat teguh dengan keyakinan atheisnya. Walaupun masih duduk di bangku SMA, dan umur yang masih 17 tahun, aku masuk militer. Saat itu nyatanya keputusan yang aku ambil tidak bertahan lama, pada masa itu juga imanku terasa diperbaharui, untuk menjadi umat kristiani yang terlahir kembali. Apabila kita meninjau kembali argumen yang sebenarnya dari kaum Atheis, tentang tidak adanya Tuhan, maka kita akan tahu ini adalah argumen yang dangkal. Pada saat mereka menuduh kepercayaan akan adanya Tuhan adalah sangat tidak logis, di saat itu pula realita akan sains dan alam semesta menunjukkan fakta yang sebaliknya. Setelah melalui perjalanan pemikiran ini, akhirnya aku pun kembali membaca Injil tiap hari. Mulai aktif beribadah dan benar-benar menjadi religius.
Musim panas berlalu, peristiwa 9/11 pun terjadi. Di seluruh berita dan di setiap perkumpulan, semua orang selalu membicarakannya, tentang muslim yang mempercayai bahwa semakin banyak orang kafir yang ia bunuh, maka semakin baiklah tempatnya di surga. Hal ini sudah cukup menjadi alasan, bahwa tidak masuk akal jika ada orang yang tertarik atau bahkan terbesit keinginan untuk mengetahui betapa “kejam”nya agama ini. Banyak orang yang kemudian berhenti pada titik ini, menumbuhkan rasa benci buta akan Islam, sebagaimana pula aku. Yah aku adalah selayaknya orang kulit putih militer Amerika, dengan kebencian yang sangat kuat terhadap Islam dan muslim. Semua ini berlanjut selama berbulan-bulan, dan kian mengeras oleh pemberitaan non-stop dari media tentang seluruh kejahatan Islam.
Tiga bulan berlalu ketika salah satu guru kami membuat penawaran, barang siapa diantara para muridnya yang bisa menghasilkan proyek orisinil dan cukup unik, maka otomatis akan dinyatakan lulus dari kelas yang ia ampu, hal ini disengaja untuk memancing kreativitas kami. Berkaitan dengan topik yang masih hangat, aku memilih membuat game tentang mencari dan membasmi Osama bin Laden, dan akhirnya berhasil menyelesaikan proyek ini lebih awal.
Karena deadline proyek ini masih ada seminggu lagi setelah liburan natal, maka aku berkesempatan untuk menambahkan beberapa detil di masa liburan. Salah satunya adalah detil berupa turban Osama bin Laden yang terbakar api. Namun saat aku mencari gambar-gambar pendukung fitur ini melalui Google, tanpa sengaja kutemukan beberapa artikel yang membuka pandanganku tentang Islam.
Masih teringat salah satu judul artikel yang kubaca saat itu, tentang bagaimana muslim percaya akan Nuh, Ibrahim, Musa, Yesus dan para nabi lainnya yang sebelumnya sudah aku kenal sejak kecil sebagai umat kristiani. Kisah-kisah ini adalah santapan harianku selama masih belajar Injil. Sebagai hamba kristen yang taat hal ini menarik perhatianku, bagaimana bisa mereka percaya dengan para nabi namun tidak menjadi kristiani?.
Proyek game yang sedang dikerjakan pun kusisihkan, yang pada akhirnya tidak pernah kusentuh lagi akibat sibuk dengan membaca artikel dan buku-buku. Kesibukan baruku ini jelas lebih baik dari pada para media dan berita yang membuat sensasi akan kebencian kami terhadap apa yang telah dilakukan oleh satu atau dua orang muslim. Tiap kali aku terbangun dari tidur, maka bacaan-bacaan agama kerap menemaniku sampai-sampai aku terlelap di tengah membaca. Rutinitas baru ini terus berulang selama masa liburanku itu.
Sangat menarik yang aku temukan di masa pencarianku melalui buku-buku itu, bahwa jika seseorang berkeinginan untuk menjadi pribadi yang religius serta membangun relasi dengan Tuhannya, maka pada umumnya ia akan mulai dari apa yang ia tahu dan menjadi pembela ajaran apapun dimana ia dibesarkan. Walaupun ajaran itu belum tentu mewakili kebenaran yang dicarinya. Untuk menjadi seorang kristiani yang sesungguhnya, aku butuh melihat lebih dalam tentang Islam dan agama lainnya. Sehingga pilihanku terhadap kristiani tidak hanya berdasar pada keyakinan bawaan semata.
Dalam sejarah awal masa-masa kristiani, kutemukan bahwa nilai dan ajaran asli Yesus bukanlah ajaran yang ditaati dan dipraktekkan oleh gereja, bahkan gereja menstandarisasi dogma mereka sembari membakar apapun (dan siapapun) yang menentang mereka. Aku terinspirasi bahwa semua ini adalah jalan kehendak dari Tuhan yang selalu Ia Lakukan, dalam rangka menyelamatkan kemurnian agamaNya dan kesucian ajaranNya melalui rasul-Nya, yaitu Muhammad yang lahir pada tahun 571 Masehi, ratusan tahun setelah majelis yang dimulai di Nicaea pada 325 M. Majelis yang sama yang melahirkan suatu ajaran, yang lebih kita kenal sebagai ajaran kristiani.
Alquran pun coba kupelajari dan begitu juga dengan fakta bahwa ia belum pernah diubah-ubah, tidak satu huruf pun!. Ini berita yang luar biasa sebagai seorang penganut kristiani,mengingat sugesti yang menimpa kami menekankan bahwa “roh kudus” sendirilah yang membimbing para penulis dan penyusun Injil. Sejarah menyangkal dan menunjukkan bahwa Injil telah diubah dan dirusak, bahkan tidak ada manuskript asli yang bisa dijadikan bukti dan konstribusi berarti. Berbeda dengan Injil, Alquran memberikan kesan interaksi langsung dengan Tuhan, bahasa asli yang berasal dari Tuhan itu sendiri, inilah yang kurasakan saat membacanya. Bukan dari orang yang melihat orang lain melakukan sesuatu, yang kemudian memberitahukannya kepada orang yang lainnya lagi, yang selanjutnya menulis surat kepada seseorang, sehingga disusunlah sebuah buku berasal dari surat-surat tersebut, dimana manuskript asli surat-surat itu kini telah hilang, dan buku itu akhirnya dibaca sebagai kisah narasi yang seakan dituturkan oleh pelakunya langsung.
Alquran di pihak lain adalah asli Kata-Kata Tuhan, seakan Ia sendiri yang menuturkannya padaku. Sebagai tambahan aku pun menyimak sejarah akan berbagai mukjizat yang benar-benar terjadi serta ramalan tentang Muhammad dan Alquran.
Setelah melalui proses awal pencarian dan banyak membaca, timbul keinginan untuk menemui seorang muslim dan membahas tentang apa yang kutemukan dalam Islam. Aku tidak pernah bertemu dengan seorang muslim sebelumnya, maka segera kucari tahu tentang masjid yang ada, namun tidak ada satu masjidpun yang dekat dengan tempat aku tinggal. Aku pun mulai memanfaatkan internet dan chatting dengan para muslim melalui ruang chat IRC.
Aku sempat berdialog dengan muslim dari Asia, Eropa, bahkan para mu’allaf Spanyol yang tinggal di Amerika. Kutemukan beberapa detail dari keyakinan akan Islam melalui berbagai dialog ini, hingga aku sama sekali tak dapat memungkiri lagi akan kebenaran yang sungguh sangat jelas terlihat.
Status sebagai muslim belum kupegang, namun telah banyak keraguan yang membisiki telingaku “tapi kan kamu bukan orang Arab, Islam hanya untuk orang Arab” atau “apa kata teman-teman dan keluargamu nanti, apalagi setelah 9/11” dan seterusnya. Ini semua hanyalah gangguan dan riak kecil yang tidak ada hubungannya dengan bersikap jujur untuk mengikuti kebenaran Tuhan. Sehingga bisikan-bisikan itu pun akhirnya hilang dengan sendirinya. Aku adalah seorang muslim setelah bersaksi seorang diri di dalam kamarku “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan Allah” dan melanjutkan belajar melalui internet, online bersama muslim yang lain.
Salah satu dari beberapa muslim yang aku temui di internet bernama Joseph. Beliau juga warga Amerika kulit putih yang telah pensiun dari 20 tahun masa pengabdiannnya di angkatan laut. Ia cukup kaget setelah mendengar aku belum pernah bertemu langsung dengan satu orang muslim pun, seketika itu ia menyetir mobilnya untuk menemuiku dengan menempuh perjalanan darat 7 jam lamanya. Kami makan siang bersama, dan ia menghadiahkan beberapa buku kepadaku. Karena ia harus bekerja kembali esok hari, maka ia pulang di hari itu juga menempuh 7 jam perjalanan darat yang sama. Persaudaraan instan yang menjelma di antara dua orang pengikut kebenaran Tuhan, adalah keunikan tersendiri dalam Islam yang akan sulit dimengerti oleh orang lain, segala puji hanya bagi Allah (Alhamdulillah).
Alhasil kondisi keislamanku kusampaikan kepada teman-teman dan keluarga, respons yang kuterima sudah sesuai seperti yang aku duga. Kebanyakan dari mereka berlepas tangan dan tidak mau terlibat lagi dengan keputusan yang aku ambil, bahkan keluargaku sendiri menyebut aku teroris dan sebutan lain yang lebih buruk lagi. Namun ini semua hanyalah kesalahpahaman yang mereka telan dari hasil didikan media. Berdasarkan info dari Joseph dan muslim yang lain, aku berangkat menuju Virginia dengan bis untuk mengunjungi kota berkomunitas muslim yang lebih besar dan beberapa masjid yang besar pula.
Kejadian selanjutnya adalah latihan militer dasar yang kuikuti selama empat bulan. Latihan ini dilaksanakan pada liburan musim panas pertama setelah 9/11, yang menjawab alasan dan motivasi sebahagian peserta pelatihan saat itu adalah karena kebencian mereka kepada para muslim. Tentunya ini adalah pengalaman yang “unik” bagiku sebagai satu-satunya muslim di satuan kompi pelatihan militer kami di tahun itu. Lika-liku di kamp pelatihan ini sangat banyak, namun cobaan apapun yang kita tempuh selama itu masih dalam koridor syari’at Allah dan dengan tetap bersabar, maka ini hanyalah semakin menambah keimanan kita.
Aku pun kembali dari pelatihan militer, dan sebahagaian besar keluargaku berharap hal ini akan “memperbaiki” keadaanku. Tapi yang ada hanyalah kekecewaan karena melihat aku masih tetap seorang muslim. Sebuah masjid kecil aku temukan di area tempat tinggalku, namun jamaah yang aktif hanya dua orang saja. Aku pun sempat pindah dari rumah menginap di mobilku sendiri selama beberapa hari, hingga akhirnya seorang kenalan saudara muslim dari Virginia mengajakku untuk pindah bersamanya. Aku pun pindah ke Virginia dan memperoleh kesempatan belajar Islam lebih mendalam dan menjadi bagian dari komunitas masyarakat.
Sejak saat itu aku mulai belajar Islam secara formal maupun non formal kepada banyak para pengajar Islam ditambah lagi dengan materi perbandingan agama. Di masa lalu semakin dalam aku belajar tentang ajaran kristiani, semakin lemah pula iman yang aku punya. Sebaliknya dengan Islam, bertambahnya pengetahuanku hanya akan meningkatkan iman dan membuka cakrawala akan kesempurnaan Tuhan serta agama-Nya yang murni yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Ketika kesalahpahaman terhadap Islam mengisolir pandangan sebahagian orang, di sisi lain Islam adalah ajaran yang sempurna, sistem yang lengkap, jalan hidup yang paripurna. Islam menawarkan petunjuk dan bimbingan moral, etika, nilai-nilai spiritual, dan tatanan sosial.
Semoga Allah memberi hidayah dan petunjuk-Nya bagi kita semua untuk mengikuti jalan-Nya
yang lurus dengan penuh ketulusan, amin.
——————————–
Berdasarkan pengalaman saya pribadi dan kebutuhan yang terus menerus ada untuk warga dunia internasional dalam memperoleh informasi yang tersedia dan akurat tentang Islam, dengan ini kami persembahkan www.FaithChat.com yang didedikasikan untuk mewujudkan pelayanan ini. Kami menyediakan pelayanan chat langsung untuk menjawab pertanyaan dan berupaya menolong semua orang yang ingin tahu tentang agama Tuhan.
Untuk muslim yang baru bersyahadat (mu’allaf) dan atau yang membutuhkan pelajaran-pelajaran dasar, kami menyediakan proyek kerjasama yang dijalankan oleh salah satu guru saya (Yousuf Idris) di www.NewMuslimAcademy.org yang telah mempunyai komunitas aktif dan sumber daya fasilitas pendukung gratis dalam belajar cara untuk beribadah dan pendidikan dasar Islam lainnya..


Kisah Wanita Pelacur Intelektual yang Akhirnya Menemukan Cinta Sejati

Kisah Wanita Pelacur Intelektual yang Akhirnya Menemukan Cinta Sejati

Di sebuah kota ada seorang anak perempuan yang lahir dari keluarga yang baik-baik dan cukup berada, namanya Rita. Wajahnya termasuk cantik, molek, dan manis bersinar mirip artis Asia Timur, berkulit putih bersih halus mulus, bermata bagus dan tidak sipit, seorang anak keturunan Cina.
Ayahnya adalah seorang dokter di sebuah rumah sakit swasta dan menjadi direktur medis rumah sakit itu, dihormati dan disegani orang, sedangkan ibunya walau tidak bekerja, hanya sebagai ibu rumah tangga saja tapi pintar mengatur keuangan dengan baik sehingga tidak pernah merasa kekurangan. Di rumahnya ada 2 orang pembantu rumah tangga dan seorang supir pribadi.
Tapi sayang Rita juga punya kelemahan, sejak kecil divonis memiliki kelainan tingkah laku oleh seorang psikolog karena sejak lahir suka terjaga pada malam hari dan sering tidur pada siang hari. Sampai umur 3 tahun belum bisa makan nasi, masih makan bubur dan sampai umur 6 tahun belum bisa berpakaian dan mandi sendiri, sampai orang tuanya membawanya ke suatu yayasan terapi barulah ada perkembangan.
“Ayo, belajar makan dengan dikunyah sampai lembut, jangan langsung ditelan, pegang sendok garpu sendiri,” kata terapis. Ketika berganti baju sang terapis juga berkata, “Ayo, belajar kancingkan baju sendiri.” Ketika mau buang air besar atau kecil sang terapis juga berkata, “Ayo duduk di kloset, jangan di pispot.”
Tapi orang tuanya juga termasuk salah mendidiknya, yaitu terlalu melindungi karena dianggap mempunyai kelemahan. Rita tidak boleh ikut kegiatan di luar sekolah dengan alasan mudah capai, jatuh sakit, dan sebagainya. Belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah saja harus ditunggui ibunya.
Di rumah Rita juga terbiasa dilayani oleh pembantu sehingga tidak bisa mandiri. Sedangkan di sekolah, orang tuanya sering berkata kepada guru kelasnya agar mendapat perhatian khusus yang tidak sama dengan anak-anak lainnya. Waktu masih SD Rita termasuk anak berprestasi, dapat nilai EBTANAS tertinggi dan masuk 10 besar. Sang kepala sekolah pun turut bangga dan berkata, “Nanti di SMP jadi juara kelas, ya.”
Tapi ketika Rita masuk SMP semuanya berubah drastis. Karena kurang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang baru dan tidak mandiri dalam belajar maupun bergaul, Rita pernah tidak naik kelas waktu kelas satu SMP. Wali kelasnya berkata kepada ibu Rita saat mengambil rapor, “Maaf, bu. Saya tidak bermaksud memvonis, tapi kalau nilainya banyak angka merahnya tidak naik kelas.” Bahkan beberapa guru mengatakan Rita anak bodoh. Akhirnya Rita mengikuti les pelajaran seperti matematika, fisika, bahasa Inggris agar prestasi Rita membaik.
Selain itu ayahnya juga membantu Rita belajar dan mengerjakan tugas dari guru atau pekerjaan rumah, karena ibunya sudah tidak lagi mengerti pelajaran SMP.
Waktu SMP akhirnya nilai-nilai pelajaran Rita lumayan walau Rita sering menyontek saat ulangan berlangsung dan hal ini ditiru oleh beberapa temannya. Kebiasaan suka mencari perhatian di kelas seperti minum teh kotak di kelas, memecahkan kantong plastik sehingga membuat gaduh kelas, dan lain-lain membuat beberapa guru mengatakan Rita gila bahkan hampir saja dikeluarkan oleh kepala sekolah karena dianggap sebagai pengacau sekolah.
Sang kepala sekolah berkata, “Ini peringatan terakhir dari saya, kalau sekali lagi berbuat onar saya keluarkan dari sekolah.” Sebetulnya penyebabnya adalah masalah sepele, Rita senang dengan perhatian yang diberikan guru bahasa Inggrisnya sehingga seolah-seolah jatuh cinta dengan gurunya sendiri yang sudah beristri dan beranak itu, padahal sebenarnya Rita ingin melindungi dirinya dari godaan teman-teman prianya yang nakal dan suka usil cari perhatian darinya. Rita pernah dicolek-colek oleh beberapa teman prianya yang terkenal nakal dan usil, buku catatan dan buku pelajarannya dicuri oleh salah seorang dari mereka sehingga Rita tidak bisa belajar dengan baik dan akhirnya tidak naik kelas.
Rita sudah melaporkan perbuatan teman-temannya kepada guru-guru yang mengajar di kelasnya, wali kelasnya, guru BP, bahkan sampai kepala sekolah bersama teman-temannya yang baik dan membantu, tapi kurang tanggapan yang berarti. Soal Rita pernah dicolek-colek kurang ditanggapi dengan serius oleh guru BP sehingga Rita akhirnya menjadi anak yang minder dan canggung kalau bergaul dengan teman-teman pria apalagi kalau mereka nakal dan usil. Padahal waktu kelas 2 SMP Rita pernah mendapat predikat Raja dan Ratu sekelas berpasangan dengan seorang teman pria karena dianggap paling cantik dan tampan. Ketua kelas mengumumkan, “Sebagai Raja dan Ratu sekelas, suara terbanyak dimenangkan oleh Yanto dan Rita.” Seluruh kelas bertepuk tangan.
Waktu masuk SMA Rita mulai merasakan bahwa dia tidak suka dengan pelajaran ilmu pasti, tetapi lebih senang pelajaran bahasa. Rita protes kepada orang tuanya, “Mama, papa, saya tidak mau masuk jurusan IPA, ingin masuk jurusan Bahasa saja.” Tapi di sekolahnya tidak ada jurusan bahasa (A4), hanya IPA (A1 dan A2) dan IPS (A3).
Rita memilih jurusan IPS (A3). Walau hasil psikotes Rita termasuk superior, Rita tidak pernah berprestasi sewaktu SMA bahkan seolah-olah tidak bisa mengikuti pelajaran sekolah lagi karena sering bentrok dengan guru-guru dan teman-teman yang seolah-olah tidak menyukainya. Rita melakukan aksi protes dengan melampar botol minuman sehingga membuat gaduh 2 kelas dan akhirnya Rita tidak boleh masuk sekolah selama beberapa hari oleh kepala sekolah dan tiap hari Rita dikunjungi oleh guru BP di rumah. “Rita, kamu istirahat dulu saja di rumah sampai saya perbolehkan kamu masuk sekolah lagi. Besok orang tuamu harus ke sekolah bertemu dengan saya.”
Setelah kepala sekolah melakukan rapat dengan guru-guru akhirnya Rita boleh sekolah lagi, tapi teman-temannya sudah tidak menganggap Rita sebagai manusia lagi selain monster yang ditakuti. Teman-teman Rita sudah tidak mau bergaul maupun menyapa Rita lagi. Akhirnya Rita pindah sekolah ke luar kota, di sana Rita bisa berprestasi tapi juga sering dikritik sebagai siswi malas tidak mau ikut kegiatan gotong-royong di sekolah. Beberapa teman lain berkata, “Dasar anak manja, anak orang kaya biasa dilayani pembantu tidak mau kerja sendiri.”
Ketika kuliah Rita mengambil jurusan Sastra Inggris di sebuah universitas swasta ternama. Di sana Rita merasa mudah mengikutinya dan banyak teman yang mau belajar dengannya, prestasi Rita juga lumayan bagus meskipun bukan lulusan yang terbaik. Teman-teman kuliahnya berkata, “Boleh saya belajar di rumahmu? Untuk tugas kelompok ini kamu saja ya yang jadi ketuanya.” “Boleh, silakan.” Tapi ketika mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata), Rita sering dikritik sebagai mahasiswi pemalas, kurang suka gotong-royong dan berbicara kasar kepada teman-teman prianya yang dianggap sering menggoda dia. Teman-teman lainnya berkata, “Rita, jangan suka bicara kasar dong, tahu malu sedikit gitu!” Rita terlalu tegas dan keras terhadap teman-teman prianya yang sebenarnya menaruh hati kepadanya, akhirnya Rita sulit punya pacar karena mereka tidak suka dengan sikap Rita yang keras dan kasar. Selain itu Rita juga menuntut pria yang sempurna, yaitu tampan, kaya, pintar yang ternyata sangat sulit dicari. Rita beranggapan bahwa menjadi seorang sarjana adalah yang paling penting.
Saat Rita lulus kuliah, Indonesia sedang dilanda krisis moneter yang berat dan waktu itu awal dimulai masa reformasi setelah era Orde Baru berakhir. Rita berusaha ke sana ke mari untuk mencari pekerjaan berbekal ijazah S-1, tapi sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok baginya. “Maaf, anda kurang cocok untuk bekerja sebagai guru, silakan mencari pekerjaan lain,” kata pemilik kursus bahasa Inggris. Setelah era reformasi berakhir biasanya orang mencari kerja melalui koneksi, pengalaman atau sejenisnya. Tapi Rita sama sekali belum punya pengalaman karena selama kuliah hanya belajar dan belajar saja, jarang bergaul dan tidak pernah bekerja di kantor dan sebagainya. Selain itu Rita juga tidak fasih bicara karena tidak pernah tampil di depan umum alias demam panggung.
Akhirnya ada orang yang menawari Rita sebagai guru bahasa Inggris SMA di luar kota, tapi ibu Rita menolak. “Jangan, Rita. Kamu tidak bisa mandiri, nanti akan mengalami kesulitan.” Rita pun melanjutkan pendidikan S-2 Pendidikan Bahasa Inggris dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Tapi setelah tamat S-2 pekerjaan yang menanti umumnya marketing yang kurang sesuai dengan bakat minat Rita. Rita bosan dengan pekerjaan tersebut dan mencoba melamar pekerjaan yang sesuai dengan bakat minatnya. Akhirnya Rita mendapatkan pekerjaan sebagai penerjemah dan pembimbing skripsi/thesis mahasiswa freelance pada seorang pemilik rental komputer serta pembuat TTS, angket, dan komik freelance pada seorang pemilik sanggar seni budaya.
Namun honor yang diperolehnya tidak seberapa dan pekerjaan tersebut tidak rutin datang tiap hari sehingga tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan kalau bekerja di kantor orang tuanya mengharapkan perusahaan yang tidak jauh dari rumahnya, ada antar jemput karena Rita tidak bisa menyetir kendaraan sendiri. Karena itu Rita sulit mendapatkan pekerjaan tetap di kantor.
Setelah umur 65 tahun ayah Rita pensiun dan ibu Rita mulai sakit-sakitan sehingga memerlukan biaya pengobatan yang besar, sedangkan gaji pensiun ayah Rita tidak seberapa besar. Adik Rita pun menikah mendahului Rita dan setelah menikah tinggal di rumah baru bersama istrinya. Rita merasa kesepian dan kekurangan, akhirnya Rita lari ke dunia internet tiap hari dan bermain Facebook dan berkenalan dengan sembarang orang tanpa dilihat baik buruknya dulu. “Bagaimana, bisa ketemu sekarang di rumahmu?” “OK, saya tunggu sekarang.” Teman-teman Rita yang dikenal melalui internet semula ingin mencoba berkenalan dengan Rita, tapi setelah bertemu di dunia nyata kebanyakan mereka tidak ingin melanjutkan hubungan lagi atau tidak serius tapi hanya mengajak Rita ke hotel dan menidurinya. Sejak saat itu Rita mulai mengenal dunia pelacuran. Di salah satu iklan internet Rita memasang iklan: GADIS CANTIK MANIS, KULIT PUTIH, CARI TEMAN KENCAN BUTUH UANG, HUBUNGI: RITA.
Banyak yang telepon dan SMS ingin mencoba main seks dengan Rita. “Kalau main biayanya berapa? Berapa jam?” “500 ribu, 2-3 jam, mainnya di hotel.” “Boleh lihat akun Facebookmu atau MMS fotomu?” “Silakan”. Salah satu calon pelanggannya setelah melihat Facebook Rita akhirnya berkata, “Bagaimana kalau 300 ribu saja?” “Anda memang cantik, tapi sudah umur 37 tahun.” “OK”. “Mainnya kapan?” “Bagaimana kalau besok saja, ketemu di depan supermarket jam 6 sore, lalu ke hotel?” “Baiklah”.
Rita melayani para pelanggannya dengan senang hati demi mendapatkan uang tambahan. Sekali main Rita dibayar 300 ribu, kadangkala 200 ribu atau 250 ribu. Tapi kadang-kadang jika ada pelanggannya yang royal, Rita bisa mendapatkan 500 ribu sekali main. Dalam seminggu Rita biasanya mendapatkan 4-6 pelanggan. Rita tentu juga menyesuaikan jadwal mainnya dengan tugas-tugas pekerjaan lain secara diam-diam dan tanpa sepengetahuan orang tuanya maupun kenalan-kenalan lainnya.
Tapi kadangkala ada calon pelanggan yang merasa iba sebelum bermain dengan Rita. “Kenapa kamu lakukan itu? Kalau saya lihat profilmu di Facebook sebetulnya kamu tidak cocok bekerja seperti itu. Pendidikan kamu khan sarjana, kenapa kamu bisa seperti itu.” “Saya susah cari kerja tetap dan sekarang ini kerja freelance dengan honor yang tidak seberapa dan tidak cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari.” Akhirnya calon pelanggannya berkata, “Baiklah, apa kamu bisa pijat? Kalau bisa, kamu pijati aku saja, setelah itu temani aku di karaoke atau café.” “OK”. Rita ternyata pintar melakukan pijat refleksi dan bisa juga menyanyi di karaoke atau café dengan suara yang cukup merdu, dan pelanggannya membayarnya 500 ribu.
Rita berprofesi sebagai pelacur atau tukang pijat refleksi atau gadis panggilan sampai setahun lamanya dan hasilnya lumayan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Semuanya direncanakan dengan rapi dan jitu. Tapi suatu saat salah seorang calon pelanggannya berkata, “Saya dulu pernah main seks dengan seorang wanita di hotel tapi sekarang wanita itu sudah bertobat dan sekarang buka toko, tidak mau melacur lagi. Bisakah kamu bertemu dengan saya sekarang ini?” “Baiklah”. Setelah bertemu calon pelanggannya itu berkata, “Kalau dilihat dari profilmu di Facebook dan dari penampilan anda, sepertinya anda ini orang baik-baik, cerdas, dan dari keluarga baik-baik. Tapi kenapa kamu mau melakukan pekerjaan seperti itu?” “Karena hasil saya bekerja freelance tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.” “Orang tuamu masih hidup? Kamu punya saudara atau tidak?” “Orang tuaku masih hidup, tapi ayahku sudah 5 tahun pensiun dan ibuku mulai sakit-sakitan dan butuh biaya banyak.” “Kamu khan sarjana, kenapa tidak bekerja tetap saja di kantor?” “Karena saya tidak bisa setir kendaraan sendiri dan orang tua tidak memperbolehkan saya bekerja terlalu jauh dari rumah?”
“OK, kalau begitu kamu cukup pijati saya dan saya ajak kamu makan-makan, mau? Saya sendiri sekarang juga telah bertobat dan saya sekarang aktif di gereja dan tidak mau bermain dengan pelacur lagi. Saya sudah menikah dan bahagia dengan istri dan anak-anak.” “OK”. Setelah Rita melayani pijat refleksi dan diajak makan oleh pelanggannya, pelanggannya itu memberikan Rita uang sejuta lalu berkata, “Di mana rumahmu. Tolong jujur saja berikan kepadamu alamatmu yang lengkap dan nomor telepon rumahmu. Saya sebetulnya mau berkenalan dengan kamu lebih dalam, saya tidak tega membiarkan kamu merelakan diri jadi pelacur kalau melihat sikap dan penampilan anda itu.” “Ya, kenapa?”
“Saya punya teman yang belum menikah umur 40 tahun dan kerjanya sudah mapan sekali, punya beberapa usaha seperti restoran, butik baju, dan kursus. Orangnya ganteng dan pintar, lulusan S-2 seperti anda juga, dia juga dari keluarga baik-baik. Tapi saya sudah telepon orangnya dan saya ceritakan apa adanya tentang diri anda dan dia bilang tidak masalah, mau terima anda apa adanya. Kamu mau?” “Ya, saya senang sekali karena dari dulu saya harapkan orang seperti demikian.” “Besok bisa saya dengan orang itu ke rumahmu?” “Baiklah”.
Setelah perkenalan di rumah Rita ternyata orang tua Rita sangat setuju dan lalu menanyakan kepada calon suami Rita, “Robby, kapan kamu mau tunangan dan menikah?” Jawab Robby, “Ya, secepatnya saja. Bagaimana kalau tunangan 3 bulan lagi dan menikah 6 bulan sesudahnya agar bisa merencanakan semuanya dengan siap dan teratur?” “Baiklah”. Rita akhirnya menikah dan pesta dengan meriah dengan 1.000 orang undangan yang hadir di situ. Setelah menikah suami Rita sudah punya rumah baru yang besar dan bagus dan siap ditempati. Orang tua Rita berkata, “Robby, jaga Rita baik-baik, ya”. Akhirnya Rita hidup berbahagia bersama suaminya dan bertobat, aktif di gereja bersama suaminya juga dan orang tua Rita pun juga diubahkan kehidupannya, bisa ikut membantu usaha menantunya, ibu Rita jadi sehat kembali dan mereka juga sama-sama aktif di gereja.

 
Blogger Templates