Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label kisah cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2017

Aku Masih Mencintaimu

Cerpen Sedih Tentang Cinta : Aku Masih Mencintaimu



Tuutt.. tuutt.. (bel berdering)
“iya sebentar”
Klik.. !!! (membuka pintu) “silahkan masuk”
“eh tidak mbak, ini Cuma mau nganter undangan pernikahan temen SMAnya mbak aja” jawab pengantar undangan itu.
“owh, iya terimakasih ya..?”
“sama-sama mbak, pamit ya..?”
“iya”.

"undangan pernikahan dikasih ke aku, emang siapa yang menikah ya" pikirku, aku buka undangan itu dan betapa terkejutnya setelah melihat nama yang tertera di undangan itu ‘DANAR KELVINDA dan DIAN PUSPITA’. Ternyata mereka jadi menikah juga, dan usaha dian untuk memisahkan danar dari gangguan cewek-cewek lain membuahkan hasil, selamat ya buat kalian berdua. Pandanganku menerawang jauh saat kita masih SMA dulu.

Kebiasaanku saat masih SMA saat itu adalah membaca buku cerita atau novel sendirian di taman sekolah, hampir aku lakukan setiap hari. Hingga datang seorang cowok asing duduk disebelahku yang sedang membaca buku pula, aku hanya melirik dan dia akhirnya yang angkat bicara.

“ehm… maaf, aku boleh duduk sini kan..?”

“boleh aja, gak ada yang ngelarang, toh ini juga milik sekolah, siapa aja boleh pakek dong”ketusku dengan nada tak suka yang memang aku merasa terganggu dengan kedatangannya.

“kenalin, aku danar” sembari mengajak berjabat tangan.

“nia, kamu kelas berapa kok aku belum pernah liat kamu sebelumnya..?” tanyaku mulai mengembangkan senyum, dan ketika aku melihat wajah danar, cukup tampan dan tak jenuh untuk dipandang, manis sekali.

“3 Ipa 2, mungkin kamu yang nggak pernah mau bergaul dengan kelas lain, sampai-sampai tidak mengenal aku yang hampir 3 tahun sekolah disini”

“ya maaf, aku kurang suka aja, abisnya mereka gak sebanding sama aku, aku kan gak suka jalan-jalan, sedangkan mereka semua anak orang kaya yang suka jalan-jalan, ngabisin uang orang tuanya”

“nggak juga, ada yang nggak kok. Oh iya, aku perhatiin kamu sering banget kesini duduk sendiri, emang nggak pengen ditemenin ya..??”

“hobi sendiri, udah dulu ya, mau kekelas” sergahku cepat karena aku melihat sepasang mata yang sedang memperhatikanku dengan danar. Aku segera lari kekelas karena takut dicegah atau dicegat oleh danar ataupun oleh cewek itu.

Sejak kejadian itu, aku tak pernah berhenti memikirkan danar, terlebih sekarang sudah mulai dekat. Dimulai sms’n dan telfonan. ‘apa artinya ini, jangan sampek aku suka sama cowok yang udah punya cewek’, pikirku.

“hayyo.. ngelamun aja, mikirin danar ya..??” ledek sahabat dekatku.
“iya des, kenapa ya..??”
“ye… itu mah tanda-tanda jatuh cinta”
“sok tahu ah”
“iya, siapa juga yang sok tahu, aku juga pernah ngerasain kok, tapi aku saranin ati-ati aja sama dian”
“dian..? cewek yang selalu merhatiin aku itu maksud kamu..?”
“ya iyalah, kamu ini belum tahu ya ternyata, sekarang aku tanya, cowok paling keren, baik hati, tampan, trus gak sombong, sampek2 di jadiin favorit itu siapa coba..?”
“gak tahu lah.. emang siapa?”
“ya danar, tapi kasian dia, udah dijodohin sama orangtunya buat nikah sama dian, makanya dian sok berkuasa, padahal sifat dian sama danar itu beranding terbalik, dan kabar lagi klok dian itu cewek nggak bener”
“hush… nggak boleh ngatain orang sembarangan lah, nggak baik nyebar fitnah yang nggak2 desi”
“ya udah klok nggak percaya, aku mau makan dulu laper ini”

Aku hanya membalas dengan senyuman saja, senyuman yang sama seperti biasanya, senyuman yang biasa aku lemparkan untuk semua sahabat-sahabatku, termasuk danar. Walaupun aku diam-diam mulai menyayangi danar tapi aku coba untuk memendamnya dan biarkan ditelan oleh waktu, sekalipun gossip antara aku dan danar sudah mulai membengkak, aku akan terima semua, termasuk dian yang sebentar lagi akan mendatangiku (labrak). Oke… aku akan terima semua dan aku jelaskan semua.

Sekolah berakhir untuk hari ini, harus pulang cepet dan beres-beres rumah karena kakakku akan pulang dari bandung. Tapi naas banget, dian dan kawan-kawan udah stand by di gerbang dan aku tahu apa yang akan dia lakukan.

“heh.. cewek blagu, yang suka centil sama cowok orang lain..?” ketus dian.
“kamu panggil aku?” aku masih menunjukkan muka tenang seolah tak akan terjadi apa-apa.
“ya iyalah, masih nggak ngerasa aja lo” dian sudah siap ingin menampar aku tapi sebelum itu terjadi danar datang dan menghadang dian.
“dian, lo gak usah blagu, jangan mentang2 ortu gw njodohin kita, jangan se enaknya ngatur hidup gw, kita blom sah jadi suami istri, jadi jangan coba-coba ikut campur urusan gw, semua apa yg gw lakuin bukan urusan lo. Ngerti….!!!!”
“tapi kan sayang….” Belum selesai dian berbicara sudah ditinggal danar dan nia.
“kamu nggak apa-apa nia?”
“nggak kok makasih ya..?” niatku ingin menjauh dari danar tapi kalah cepat dengan genggaman tangannya.
“nggak usah kayak gitu nia, aku nggak suka kamu menjauhi aku,, apa kamu nggak ngerasain apa yang aku rasain..?”
“maksud kamu..?”
“aku sayang sama kamu, aku pengen hidup selamanya sama kamu, bukan sama dian, aku udah tahu semuanya tentang dian, aku nggak mau itu terjadi”
“maaf danar, aku nggak bisa. Kamu udah dijodohin sama orang tuamu, jadi hargai mereka, walaupun aku juga sayang sama kamu, aku akan menjauh dari kamu dan memendam rasa ini” selesai berkata aku berlari dan langsung naek kendaraan umum.

Aku sengaja menjauh dari danar, dan tak pernah kasih kabar untuknya. Sampai kuliah pun aku tak pernah kasih tahu dimana tempatnya.

***

Sekarang, memang ada rasa nyesel tapi turut berbahagia juga.
“hayo, ngelamunin apa?”
“eh kak adit ngagetin aja, nggak ngelamunin apa-apa kok. Kakak mau nikah kapan..?”
“nunggu kamu abis sarjana aja lah, kenapa emangnya dik..?”
“nggak apa2, Cuma Tanya”
“kakak tahu semuanya”
“hem.. bagus deh” aku hanya melempar senyum dan kekamar beres-beres kemudian berangkat ke kampus.

Memang tak terasa wisudaku sudah di ambang pintu, tapi rasanya aku masih ingin meneruskan kuliahku,, ah.. nggak mungkin, mau bayar pakek apa,, sedangkan duit aja nggak punya. Saat duduk sendiri, aku melihat dian kekampusku, ‘mau ngapain dia’ pikirku. Ternyata dian selama ini satu kampus denganku, kenapa aku tak pernah menyadari itu ya..?

Aku sudah wisuda, dan sebentar lagi bekerja, tapi kakakku tak kunjung menikah malah mau menunggu aku yang menikah duluan, aneh banget lah. Dan tak terasa pula hari pernikahan danar dengan dian telah tiba , aku terpaksa menghadirinya karena bujukan kak adit, kakakku sendiri. Akad nikah pun akan dilaksanakan, tapi sial mungkin saat menyebut nama mempelai wanita bukan menyebut nama dian, tetapi menyebut namaku. Aku bingung, kenapa jadi begini dan tak bisa berkutik sama sekali, hal itu pun terulang 3 kali sampai akhirnya orang tua danar bertanya kepada danar.

“danar, jangan bikin malu papa”
“siapa yang bikin malu papa, danar nggak bisa nyebutin nama dia, danar Cuma pengen sama nia pa”
“siapa nia..?”
“nia itu, dia” danar menunjuk aku dan semua mata tertuju padaku, aku tak tahan dibeginikan, akhirnya aku mengambil keputusan untuk meninggalkan tempat ini. Tapi kalah cepat lagi dengan danar..
“pliss nia, jangan menjauh dari aku, aku sayang banget sama kamu, aku Cuma pengen nikah sama kamu.” Tanpa memberiku kesempatan berbicara, aku diajak untuk duduk bersebelahan dengan danar. Aku hanya diam saja sekalipun dinikahkan dengan danar, yang bisa aku lakukan hanya menangis bahagia.
“danar, makasih ya, kamu masih menyimpan rasa cinta dan sayangmu untukku”
Danar tersenyum “rasa cinta dan sayangku tak akan pernah terganti oleh siapa pun nia”
Air mata dan senyuman bahagia selalu berkembang dan merekar indah…


***TAMAT***

Minggu, 19 Februari 2017

AKU INGIN TERUS BERSAMAMU



AKU INGIN TERUS BERSAMAMU
Karya Monica Sucianto

Dikaca, aku melihat wajahku yang siap menuju pesta dansa dengan gaun putih yang indah. Aku sangat senang ke pesta dansa. Dengan dandananku yang “WOW” itu aku pun berangkat ke pesta dansa tersebut.
Namaku Feby, aku memang suka berdansa. Aku sering mengikiti lomba dansa. Sesampainya di pesta dansa itu, aku melihat lilin lilin indah di padukan lagu beralunan lembut yang sangat menyentuh hati. Disaat acara di mulai, semuanya mulai berdansa dengan pasangan dansa nya masing masing. Tapi mala mini aku tidak mendapatkan pasangan dansa. Aku hanya bisa duduk tersenyum melihat yang lain nya berdansa dengan pasangan dansa nya masing masing. Hingga tiba tiba ada seorang laki laki yang memberikan tangan nya kepadaku mengajak dansa. Disitulah pertama kali aku mengenal Rio. Dia pria baik yang pertamakali mengisi hatiku di pandangan pertama. Sejak saat itu aku mulai berteman dengan nya. Rio sangat perhatian denganku. Perhatiannya melebihi sebuah teman.

Dua bulan aku mengenal nya, aku mulai merajut cinta dengan nya. Aku takkan pernah berpisah dengan nya. Semakin lama aku samakin sayang sama Rio. Aku senang mendapatkan perhatian nya. Gak aku sangka sudah dua tahun aku pacaran dengan nya. Dia gak berubah. Rio tetap perhatian denganku. Sampai kapanpun aku percaya Rio pasti akan selalu sayang aku.
Hari hariku semakin indah dengan ada nya Rio. Rio semakin sayang sama aku. Aku harap cinta ku dengan nya akan abadi.
Besok adalah hari ulang tahunku yang ke 16. Aku harap Rio bisa datang. Jika Rio tidak datang rasanya hari istimewaku itu akan terasa hampa. Satu hari sebelum hari ulang tahunku rumahku seperti surga dengan pernak pernik di mana mana. Tapi semua itu biasa aja jika gak ada Rio. Rio bagaikan permata di hatiku. Aku gak mau kehilangan dia.

Keesokan harinya, tepat pukul lima sore aku mulai berdandan bagaikan putrid di istana. Aku berdandan seperti ini bukan karna ini hari ulang tahunku. Tapi karna hari ini Rio akan datang di acara ulang tahunku. Tepat pukul enam sore pesta ulang tahunkupun di mulai. Tapi aku hanya terdiam di depan pagar rumahku. Aku tidak peduli sudah banyak tamu yang datang. Aku hanya menunggu Rio.
Rio tidak kunjung datang. Aku mulai galau menantinya. Aku harap Rio bisa datang di pesta ulang tahunku ini. Aku terus menunggu, menunggu dan menunggu. Dari kejauhan aku melihat setitik cahaya lampu motor. Semakin dekat aku melihat motor Rio yang semakin dekat menuju kemari. Aku sangat senang. Aku kira Rio gak akan datang. Mulai terdengar suara motor Rio semakin keras.

Di hadapanku aku melihat Rio di tabrak mobil. Rio pun terjatuh bersimbah darah. Dan sebuah kado terlempar ke arahku. Kado itu berisi sebuah kalung dan surat kecil bertuliskan………
Selamat ulang tahun ya Feb. Semoga panjang umur. Walau waktu terus berjalan aku akan tetap sayang kamu. Aku hanya bisa kasi kamu kalung ini. semoga kamu suka ya sama kalung ini. I love You.
Kenapa dihari yang istimewa ini Rio harus pergi. Kenapa Tuhan memanggil orang yang paling aku sayangi di dunia ini. Aku ingin terus bersamanya. Tapi sekarang sudah tidak bisa. Rio sudah pergi meninggalkanku tuk selamanya. Aku sudah pasrah. Sekarang aku hanya bisa terdiam dan berdoa agar rio bahagia di sana. Yang pasti aku sayang kamu Rio
I LOVE YOU

Sekarang aku sendirian tanpanya. Aku kesepian, aku hampa tanpanya. Jika bisa ku putar waktu, takkan ku biarkan Rio pergi. HAri hariku selalu di warnai dengan air mata, tidak seperti dulu. Dulu aku selalu bahagia bersama Rio. Sekarang dia udah gak ada disini, disini bersamaku. Aku selalu berharap dia kembali. Jika Tuhan tak mengijinkan Rio kembali mungkin aku gak bisa hidup lebih lama di dunia ini. Semoga kamu tetap inget aku ya di sana. Aku gak pa pa sendirian di sini. Yang penting kamu bahagia di sana.

Sudah satu tahun aku jalani hidup tanpa Rio. Walau Rio udah gak ada di dunia ini, tapi Rio masih ada di hatiku. Aku yakin gak bakal ada oang yang bisa ngegantiin posisi Rio di hatiku.
Hari ini adalah hari ualng tahunku yang ke 17 dan hariini juga hari kepergian Rio. Di hari ulang tahunku ini aku gak berdandan secantik dulu. Aku tau Rio udah gak ada. Andai Rio ada disini pasti pesta ini pasti terasa indah. Karena acara ini aku gak bisa mengunjungi makam Rio. Akupun memilih kabur dari rumah meninggalkan acara ulangtahunku. Aku menuju makam Rio. Aku terus menatapi makam Rio sambil sekali kali meneteskan air mata.
Rio Andai kamu ada disini pasti aku akan senang. Aku akan tetap sayang kamu Rio. Walau kamu udah gak ada di sisiku lagi, aku bakal tetap sayang kamu kok. Dan aku harap kamu juga sayang aku di sana. Aku sayang kamu Rio.
I LOVE YOU

Disitu, diatas makam Rio aku tertidur untuk selama lamanya meninggalkan semua orang yang aku cintai. Tapi aku senang, di sana aku bisa ketemu Rio dan cinta ku akan ABADI tuk selamalamanya.
***TAMAT***

PROFIL PENULIS
Nama : Monica Sucianto
Kelas: 6 SD .‎6a Is The Best
Add facebook:monica sucianto

Minggu, 12 Februari 2017

AUWER OF STORI "PUTIH ABU-ABU"


Karya Desi Dwi Nurrohmawati

Kisah saat kita masih berstatus pelajar yang memakai putih abu_abu. Dimana semua kenangan itu tak mudah dilupakan. Mulai dari persahabatan, perselisihan, persaingan sampai percintaan. Mungkin ada sebagian anak menganggap masa_masa SMA adalah masa penentuan hidup mereka. Tapi tidak untuk siswa yang bernama wisnu. Wisnu adalah seorang siswa salah satu SMA di Bandung, bisa dibilang ia dari kalangan keluarga berada. Sebelum kejadian itu terjadi, keluarganya rukun dan damai.....................

Ketika SMP, wisnu adalah anak yang pintar, rajin, membanggakan keluarga dan sekolahnya. Tapi tidak untuk sekarang. Semenjak kejadian itu, wisnu menjadi seorang monster bagi orang_orang sekitarnya. Bukan cuma itu, prestasi wisnu pun jadi merosot. Wisnu yang rajin kini jadi murid termalas, wisnu yang baik dan sopan kini menjadi wisnu yang brutal................



Ternyata seorang wisnu bisa jatuh cinta. Awalnya ketika wisnu and the gank nya sedang berjalan menuju sekolah, ketika itu yudha salah seorang temanya menepuk pundak wisnu,,,,,,,,,,,,,
“boz, liat deh ada harim tuh didepan” kata yuda
“wiiihhhhh mangsa baru tuh bozz” rio menambahkan
Sambil jalan menghampiri cewe yang mereka bilang cantik “ssswwwiiiiiitttttt sswwiiiiiittttttttttttt, ada cewe cantik nih....” sambil tertawa “ahahahahahahahaha :D
Saat wisnu and the gank’a mendekati ceue itu. Ceue itu tertunduk, badanya terasa panas dingin karna takut (supaya gk ribet manggilnya ceue itu mulu, gw kasih tau nama ceue itu “’Neyllakandini wicaksono” biasa dipanggil “ney” cateeeetttt).
Wisnu mendekatinya, dan berjalan mengelili ney......
Tepat di hadapan ney wisnu berhenti “siapa loe????” tanya wisnu

Ney hanya diam membisu.......
“Jawab dunx, loe punya mulut kan” wisnu mulai kesal karna pertanyaannya tidak di jawab

Kali ini ney memberanikan diri untuk bicara “gw,,gw,,gw”
“lo gak bisa ngomong selain kata “GW GW dan GW” gagu loe???? Atau gakpernah diajarin kata lain ama ortu loe, HAH???????” wisnu semakin garraanngggg
“hmm gw neyllekandini dari jakarta” ney menjawabnya dengan suara yang nyaris takterdengar oleh wisnu
“hah syapa??? Gk kedengeran wooooyyyy, suara loe Cuma bisa didenger ama makhluk halus doaang” bentak wisnu yg membuat ney makin tertunduk takut.........
Gelak tawapun terlontar dari mereka “hahahaha :D”

Ney pun hanya bisa tertunduk sambil menangis :’(.......
“jaahhhh dya nangiss, cemen loe” rio pun berkomentar “boz dya nangis, ahahahahaha :D”
“knp loe? Emang kita merkosa loe? Gak kan, jadi ngapain juga loe nangis” kata wisnu
“ahahahahaha :D” mereka pun tertawa
Setelah puas membuat ney menangis ketakutan, wisnu and the gank pun pergi, sambil menertawakan ney.............

Ney bingung, kemana iya harus melangkah. Iya tak mengenal lingkungan sini, bahkan iya baru menginjak lingkungan sekolah ini. Ketika ney sedang bingung menentukan kemana iya harus melangkah. Tiba_tiba ada yang menepuk pundak ney dan membuat ney semakin ketakutan.........
“hey,loe kenapa???” terdengar suara dari belakang ney

Ney sendiri tak berani menoleh, iya hanya berkata “jangan ganggu gw, plissss”
“syapa yang mau ganggu loe? Kenalin gw anton” sambil menjulurkan tangannya

Kali ini ney memberanikan diri menoleh sambil membalikan badannya untuk memastikan siapa yang berada dibelakangnya......
“hmm sory gw kira tadi loe.....” belum selesai ney bicara........
“hmmm pasti tadi loe digangguin ama wisnu and the ganknya ya???” potong anton
“gw gak tau sypa mereka, yang jellas salah satu dari mereka bawa tongkat bestboll” ney menjelaskannya
“udah gak salah lagi, itu pasti wisnu... oea kalo boleh tau, nama loe syapa?????” sambil mengulurkan tangannya
“emmhh nama gw neyllakandini wicaksono, biasa dipanggil ney. Tapi terserah loe mau manggil gw apa ’’ merespon uluran tangan dari anton
“pindahan dari mana???” tanya anton lg
“gw pindahan dari jakarta” sambil tersenyum manis

Merekapun ngobrol sambil brejalan hingga mamasuki sekolah. Anton mangantar ney keruangan pak haris “kepsek” sekolah ini. Saat ney masuk ruangan pak haris, beliau menyambut ney dengan sangat ramah.........
“kamu pasti neyllakandini ya????”
“saya sudah menunggu kamu” kata pak haris
“emm ma’af pak, tadi saya........”balumselesai ney bicara pak haris sudah menyangganya
“ahh gpp kox, oea kamu pindahan dari jakarta????”
“emmhh iya pak. Begini pak saya mau bilang kalau saya.......” belum sempat iya melanjut kan kata_katanya pakharis memotongnya
“oea mari saya antar kekelas kamu” sangga pak haris
Lalu ney mengikuti pak haris, saat mereka jalan menelusuri lorong sekolah ney mengidarkan pandangannya kesemua sudut sekolah, iya mengerutkan dahinya “kok ada yang aneh ya, inikah sekolah yang papah pilihkan untuk Q????” dalam hati ney bergumam “tp knp harus sekolah ini???” “apa ini bisa disebut sebagai sekolah elit???”

Ketika ney masih asik dengan perbincangan batinnya, pak haris menepuk pundak ney. Dan itu membuat ney tersadar dari lamunannya. Ketika ney tersedar dari lamunannya, ia telah berada di sebuah kelas. Lalu pak haris menyuruh ney masuk tapi bukannya ney masuk kedalam kelas tersebut ia malah kembali kedalam lamunannya, “apa ini bisa disebut sebuah kelas????? Tp menurut ku ini lebih pantas disebut sebuah ruangan yang tak layak pakai, atau bisa disebut sebuah gudang untuk peralatan yang tak dipakai.” Lagi_lagi pak haris harus menepuk pundak ney.

Pada saat ney memberanikan diri untuk masuk kekelasnya, ney di kagetkan oleh sebuah teriakan keras dari dalam kelas “waaahhh boz, itu kan ceue yang di lapangan tadi, hahahaha :D” teriak rio
“mana?? Wisnu menjawab dengan gayanya yang so’ coolllllllllll
“itu_tuh boz, ceue yang belum diapa_apain udah nangis, hahahahaha :D”
“oh iyah, gw lupa. Abis ceue kayak gitu males gw inget. Mending gw ngingetin lu” sambil menyenggol bahu hana, ceue sexi yang duduk disebelah wisnu.
Perkataan wisnu mengundang gelak tawa semua murid dikelas “ahahahahahaha :D” dan itu membuat ney semakin ketakutan. Tapi ney memberanikan diri untuk terus berjalan memasuki kelasnya. Dan tak disangka_sangka anton ada dalam ruangan itu, ney agak merasa senang karna masih ada murid yang kelihatanya baik.

Katika ney bingung memilih tempat duduk, yudha menyuruh hana untuk pindah ke sebelah tempat duduk yudha agar ney bisa duduk bersama dengan wisnu. Dan itu membuat kelas semakin riyuh, karna semua anak jadi meng’olok_olok wisnu. Tapi ney memilih bangku yang berada persis didepan anton.

Sudah hampir satu semester ney bersekolah diSMU BUDI BANGSA, dan selama itupula wisnu selalu ngejailin ney. Hampir setiap hari wisnu menggoda ney, sampai_sampai ney geram dan marah. Sampai akhirnya amarah ney benar-benar memuncak. Ketika jam istirahat, ney menghampiri wisnu dan tak menghiraukan lingkungan sikitarnya ney pun mengomel dihadapan wisnu, sampai akhirnya semua orang yang ada di lingkungan trsebut memperhatikan mereka.

Wisnu yang dari tadi hanya diam dan memandangi tingkah ney akhirnya mulai angkat bicara. “maksud lu apaan sih? Gw gak ngerti” sambil menghampiri ke tempat ney.
Ney pun berani membalas pertanyaan wisnu “gw bener-bener kesel sama lu, awalnya gw nganggep itu semua cuma becanda, tapi becandaan lu gak asik. 6 bulan gw diem ajah, gw kira lu bakal cape dngan ejekan lu ke gw, tapi ternyata engga. Kayaknya sehari aja lu gak ngejek gw rasanya mulut lu tuh aneh ya” ceracau ney.
Wisnu hanya membalas dengan tawanya “hahahahahaha nah itu lu tau”
Dan itu membuat ney kesel sendiri “lu tuh gak pernah ngertiin perasaan ceweyah”
Wisnupun menjawab seenaknya “owhhhh, jadi lu pengen gw ngertiin hahahaha”
Entah sadar atau tidak tiba-tiba ney menampar wisnu “ppplllaaaaaakkkkkkk”
Semua orang tercengang melihat tingkah ney yang begitu berani. Selama ini tak ada yang berani melawan wisnu apalagi sampai menampar seperti itu. Baru ney yang berani melakukannya, tak ayal semua orang memandang ney dengan tatapan heran. Dan yang lebih anehnya lagi, wisnu tak melawan sedikit pun. Wisnu hanya diam dan hanya memandangi ney berlalu menjauh, hingga akhirnya suasana menjadi sepi.

Keesokan harinya wisnu menghampiri ney, awalnya ney sempat takut dengan kedatangan wisnu ke tempat duduknya “kemarin lu knp? Kesurupan ya? Hahaha” dan itu membuat ney heran, gak biasanya wisnu bertingkah seramah itu terhadapnya. “woooyyy jawab, jangan diem ajah” itu membuat ney tersadar dari lamunaanya. “emmhh anu, kemaren gw bener-bener kesel sama lu. Abis lu ngejekin gw mulu”. Sempat saling memandang dan diam “hahahaha abis lu enek dijailinnya” perkataan itu yang terakhir sebelum wisnu berlalu.
Setelah 2 kejadian tadi ney menarik kesimpulan kalo akhir-akhir ini wisnu ANEH, bisa dibilang wisnu berubah 360’ dari sifat sebelumnya. Aneh aneh dan aneh itu yang ada dalam benak ney ketika melihat tingkah wisnu yang sekarang. Ternyata bukan Cuma ney yang merasa bahwa wisnu berubah, hampir semua anak SMU BUDI BANGSA merasakan perubahan wisnu. Ada anak yang bilang kalau wisnu kesambet, ada yang bilang wisnu jatoh dari motor terus gegerotak lah pokoknya macem-macem deh kesimpulan yang mereka ambil dari perubahan wisnu. Tp yang ney amati gak seperti itu, sepertinya wisnu berubah karena hatinya, hatinya yang tengah berbunga, hatinya yang tengah dilanda cinta. Tapi ney bingung, siapa yang membuat wisnu jadi seperti ini. Ney berniat mencari tau siapa cewe yang telah merubah hati dan tingkah laku wisnu.

Saat jam istirahat ney membuntuti kemanapun wisnu pergi, tapi selama jam istirahat ney tak menemukan tanda-tanda kalau wisnu sedang jatuh cinta. Malah iya kepergok oleh wisnu saat neey tengah mengenda-ngendap menghampiri wisnu “wooyyy lagi ngapain lu???” ney kaget dan hanya bias mengucapkan “ehh eng enggak kok, ini gw lagi nyari temen gw” dengan tingkahlaku yang membuat dirinya jadi terlihat aneh.

Keesokan harinya wisnu bertingkah lebih aneh dari hari sebelumnya. Pagi-pagi saat ney sedang duduk sendirian di kursinya “pagi cantik, sendirian aja nih?”. Dengan wajah heran ney menjawab “apa tadi lu bilang? Gak salah denger!” wisnupun menjawab “enggak, lu emang cantik lagi” ney cuma menjawab denyan tatapan heran “wooyy lu kenapa?” suara wisnu mengagetkan ney. “eng enggak kok, aneh aja. Lu kok berubah? Lagi jatuh cinta ya lu?” “kalo iyah emang kenapa” sambung wisnu “haahhhh jatuh cinta ama syapa lu” selidik ney “ama lu lah, kan Cuma lu yang bisa ngerubah hidup gw, Cuma lu yang bikin w gak bisa tidur, Cuma lu yang slalu ada dalam benak gw, NGERTI” sambung wisnu “haaahhh apa lu bilang???” “tau ah” wisnupun pergi meninggalkan ney dengan segudang pertanyaan dalam otak ney. Dalam hati ney bertanya-tanya sendiri “apa bener yang wisnu bilang? Apa gw gak salah dengar tadi?” itu semua hanya membuat ney bingung.

Seminggu wisnu tidak masuk sekolah, seminggu pula ney bertanta-tanya tentang keberadaannya dari mulai kemana wisnu? Sakitkah iya? Dan masih banyak lagi. Begitu pula teman-teman sekelasnya yang menanyakan tentang keberadaan wisnu. Seminggu itu pula wisnu jadi bahan pembicaraan semua siswa di SMU BUDI BANGSA. Dari mulai wisnu sakitlah, wisnu pindah lah, wisnu meninggal karna tauran minggu kemarinlah, semua berita tentang WISNU.

Sore harinya ney sengaja mencari alamat wisnu, iya ingintau bagaimana keadaan temannya itu, hingga akhirnya ney menemukan alamat rumah wisnu, dan menemukan wisnu sedang terbaring lemah disebuah kamar yang tak begitu besar tapi cukup nyaman untuk beristirahat. Ney tak melihat sypa-sypa di rumah itu kecuali wisnu yang sedang tertidur diatas ranjangnya. “asalamualaikum” ney mengucap salam, tapi tak ada jawaban dari wisnu. Ney memberanikan diri untuk masuk kekamar wisnu, dan ternyata wisnu benar-benar sedang sakit, suhu badannya tinggi, tubuhnya lemah. Ney mencoba membangunkan wisnu dengan cara memanggil-manggil nama wisnu, tetapi wisnu tak kunjung bangun. Hingga akhirnya ney pun menggonyang-gonyangkan badannya hingga wisnupun terbangun. Wisnu kaget saat ia membuka mata dan ternyata ney disampingnya “ngapain lu disini” Tanya wisnu dengan suara parau “emmh engga, gw Cuma mau tau rumah lu aja? Oea seminggu kemaren kenapa lu gak masuk?” Tanya ney “lu gak liat gw lagi sakit” jawab wisnu dengan ketus “ya maaf gw kan gak tau. Emang lu ngasih tau gw kalo lu sakit” sanggah ney “ya harusnyakan lu tau kalo pacar lu lagi sakit, gimana sih instingnya gak peka banget” jawab wisnu “haaaah pacar! Kapan lu nembak gw dan perasaan kita musuh dech” sanggah ney “emang harus ya pake acara nembak? yaudah mulai sekarang kita pacaran” jawab wisnu “kok gitu caranya, ah gak romantis. Yang romantis dong” gurau ney sambil tertawa “yaudah iya, neylakandini yang cantik mau gak lu jadi pacar gw?” wisnu mulai serius “hahahaha apah? Gw gak denger” ejek nay “ah lu mah gw udah serius lu malah bercanda” wisnu kecewa “hahaha gw serius ni coba lu ulangi lagi” kata ney “tau ah gw males ngulangnya” jawab wisnu “deeeeeeuuuuuuh ngambek, iya iya sayang gw mau jadi cewe lu, udah dong jangan ngambek lagi” bujuk ney “apa apa gw gak denger. Wlee” ejek wisnu
Akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih. Dan mereka tak pernah mengungkit masa lalunya

_::::::::_
“Cinta itu tak mengenal tempat dan siapa orangnya. Cintapun kadang datang saat yang tak tepat. Antara cinta dan benci seperti tak ada jarak yang memisahkannya. Bencipun bisa berubah jadi cinta dan Terlalu cinta juga bisa jadi benci. CINTA sebuah kata yang tak bisa dijabarkan. Tanpa CINTA hidup terasa hampa”
 
Blogger Templates